Siapakah orangnya yang belum pernah mendengar nama Abraham Lincoln,presiden Amerika ke-16? Dia adalah salah satu presiden Amerika yang terbesar sepanjang sejarah Amerika, dan turut berjasa dalam menghapuskan perbudakan di dunia, namun banyak orang tidak mengetahui bagaimana Abraham Lincoln mengalami “jatuh bangun”dalam kehidupannya untuk mencapai posisi tersebut. Mari kita sekilas mencermati perjalanan kehidupan Abraham Lincoln :

Usia 22 : gagal dalam bisnis

Usia 23 : kalah dalam pemilihan legislatif

Usia 24 : kalah dalam pemilihan di Buenos


Usia 26 : Kekasihnya meninggal dunia

Usia 27 : mengalami kegoncangan mental

Usia 29 : Kalah sebagai pembicara

Usia 31 : Kalah lagi dalam pemilihan

Usia 34 : Kalah di pemilihan kongres

Usia 37 : Terpilih di kongres

Usia 39 : Lagi – lagi kalah pemilihan kongres

Usia 46 : Kalah di pemilihan senat

Usia 47 : Kalah di pemilihan wakil presiden

Usia 49 : Lagi – lagi kalah pemilihan kongres

Usia 51 : terpilih sebagai presiden !

Selain semangatnya untuk bangun setelah jatuh, Abraham Lincoln juga terkenal sebagai orang yang jujur dan berintegritas tinggi. Pernah suatu kali ia berjalan puluhan mil jauhnya hanya untuk menyerahkan sisa uang kembalian yang perlu dibayarkannya karena salah menghitung!

Semangat, kemampuan memotivasi diri dan integritasnya yang tinggi serta kemampuan mengendalikan emosi inilah yang menghantarkannya menjadi manusia yang hebat dan terkenal sepanjang sejarah.

Apakah hanya satu orang saja di dunia ini yang bisa berhasil seperti Abraham Lincoln? Jawabannya : Tidak! Menurut penelitian banyak orang yang sukses dan berhasil disebabkan oleh kemampuan orang tersebut dalam mengendalikan emosi-emosi yang muncul dari dalam dirinya, hal inilah yang disebut dengan Kecerdasan Emosi.

Kecerdasan emosi (EQ atau EI), menurut Daniel Goleman jauh lebih penting daripada kecerdasan intelektual atau IQ, banyak orang ber-IQ tinggi namun mengalami kegagalan karena tidak dapat mengendalikan perasaan-perasaan tidak menyenangkan yang seringkali timbul, dan kabar gembiranya adalah EQ atau EI manusia dapat berkembang dan dapat diperbaiki atau kita menyebutnya dengan Emotional Quality Movement . Jadi milikilah kecerdasan emosi yang terus berkembang ke arah yang positif sehingga suatu saat kecerdasan emosi yang Anda miliki dapat menghantarkan Anda menjadi Abraham Lincoln – Abraham Lincoln abad ini ! (Red-SAK)