(Ul. 20:1-4)

Berangkat dari kitab kejadian 3:15, Allah telah menubuatkan bahwa selama bumi ini masih berputar akan terjadi permusuhan diantara anak-anak manusia. Antara manusia keturunan si jahat (kain; 1Yoh 3:12) dengan manusia yang benar keturunan Habel(Ibr 4:11). Bahkan di dalam diri manusia pun juga terdapat peperangan di dalam batinnya mengenai sesuatu yang baik dan sesuatu yang jahat, memutuskan hidup benar atau hidup sembarangan. Dengan demikian seumur hidup manusia yang dinamakan peperangan hidup tidak akan pernah usai. Selama kita tinggal di dunia, jangan pernah kita berharap mendapatkan kedamaian yang sejati dari dalam dunia ini. Demikian juga dengan kita sebagai umat pilihan Allah. Jangan pernah kita berpikir kalau kita sebagai umat yang telah dipilih Allah untuk selamat lantas akan terbebas dari segala peperangan hidup. Apakah karena kita sudah dibaptis maka kita akan terbebas dari permasalahan? Apakah kalau kita sudah rajin pergi ke gereja lantas kita akan terbebas dari segala peperangan rohani yang harus kita hadapi? Tidak! Dibaptis bukan berarti tidak ada masalah dalam hidup kita. menjadi anak Tuhan yang rajin ke gereja bukan berarti terlepas dari segala macam permasalahan.

Mari kita belajar dari apa yang telah Musa wejangkan kepada bangsa Israel dan tertulis di kitab Ul. 20:1-4. Saudara-saudaraku yang terkasih, hidup merdeka bukan berarti bebas dari segala permasalahan. Bangsa Indonesia sudah merdeka 66 tahun yang lalu, toh sampai sekarang masih saja menghadapi permasalahan yang tidak ada habis-habisnya. Bukan permasalahan perang dengan bangsa lain, tetapi peperangan mengahadapi berbagai permasalahan sosial, ekonomi dll. Sama seperti apa yang dialami oleh bangsa Israel yang merdeka setelah mengalami perbudakan kurang lebih 400 th, tiba di tanah perjanjian bukan berarti mereka tidak akan mengalami peperangan, tetapi justru di sini Musa mengatakan “apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu” (ay1). Kata apabila disini memiki arti bahwa meskipun bangsa Israel sudah menikmati anggur dan gandum yang tidak mereka tanam, menempati rumah yang tidak mereka bangun, bahkan semua musuh telah takluk kepada mereka, mereka tetap memiliki kemungkinan harus menghadapi peperangan yang wajib mereka hadapi. Bahkan di dalam kitab Hakim-hakim 3:1,2 diceritakan bahwa Allah membiarkan beberapa suku asli Kanaan itu tetap ada dengan tujuan supaya keturunan-keturunan orang Israel yang sudah-sudah dilatih berperang oleh Tuhan.

Setelah kita tahu bahwa ternyata yang namanya peperangan tidak akan pernah berakhir selama kita ada di bumi ini, maka langkah-langkah apa saja yang harus kita ambil supaya kita selalu mengalami kemenangan di setiap peperangan rohani kita? langkah-langkah kemenangan itu antara lain:

1. Janganlah kita menjadi takut. Peperangan yang akan ktia hadapai bukanlah peperangan yang kecil saja. Permasalahan yang kita hadapai bukan masalah-masalah yang kecil saja. Terkadang Tuhan ijinkan kita untuk menghadapi permasalahan yang besar, sama seperti ketika Allah mengijinkan bangsa Israel menghadapi peperangan-perangan besar yang jika dilihat musuh yang akan dihadapi jumlahnya jauh lebih besar dari jumlah bangsa Israel itu sendiri. Ayat 1 mengatakan “apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda dan kereta, yakni tentara yang lebih banyak darimu..” dan firman Tuhan mengatakan “janganlah engkau takut kepadanya” . mengapa bangsa Israel tidak boleh takut ketika melihat jumlah musuh yang lebih besar dari pada mereka? Ketika mereka melihat jumlah kuda dan kereta perang yang banyak? Sebab Tuhan Allah yang telah menuntun mereka keluar dari Mesir tetap menyertai mereka. Allah yang meloloskan mereka dari serangan Firaun di laut merah adalah Allah yang setia menyertai mereka dan tidak akan pernah meninggalkan mereka. Sama seperti arti kata menyertai itu sendiri ayng berarti mengiringi, menemani, ikut serta dan mengambil bagian demikian juga Allah. Sehingga di setiap peperangan yang mereka hadapi, Allah terus setia menemani mereka dan Allah juga mengambil bagian dengan peprangan mereka. Begitu juga di dalam setiap peperangan hidup yang kita hadapai, Allah yang kita sembah di dalam nama Yesus adalah Allah yang setia menemani kita dan iktu mengambil bagian di dalam setiap peperangan kita. jika ktia mengerti dan memahami arti dari penyertaan Tuhan ini, maka kita tidak perlu lagi khawatir ketika melihat pergumulan yang paling berat sendirian. Walaupun kita hidup sendirian, ketika orang yang ktia kasihi suatu saat juga meninggalkan kita, jangan pernah kawatir dan takut menghadapi hidup ini, karena Tuhan setia menemani kita,

2. Libatkan hamba Tuhan sebagai wakil Allah dalam setiap pergumulan. Peran imam di muka bumi ini adalah sebagai wakil dari Tuhan. Demikian juga dengan fungsi seorang hamba Tuhan saat ini. Di dalam ayat 2 tersebut Allah memerintahkan bahwa jika bangsa Israel akan maju berperang, maka seorang imam harus tampil maju ke depan dan mengucapkan berkat bagi bangsa Israel. Allah ingin seorang imam juga terlibat di dalam setiap peperangan. Dan Tuhan juga ingin bangsa Israel selalu melibatkan Imam di dalam setiap peperangan yang akan mereka hadapi. Rakyat Israel tidak bisa terlepas dari seorang imam demikan juga sebaliknya, seorang imam tidak dapat dipisahkan juga dari yang dipimpinnya. Bagaimana dengan kita? apakah kita sudah melibatkan hamba Tuhan di dalam setiap perkara kita? atau jangan-jangan kita justru mengacuhkan mereka dan kita menganggap diri kita bisa melakukan peperangan dan memenangkan pergumuluan kita sendiri tanpa bantuan siapapun termasuk bantuan seorang pendeta. Saudara-saudara. Hamba Tuhan yang adalah wakil Tuhan di muka bumi ini, bisa membantu memecahkan pergumulan anda dengan memohonkan berkat kepada Allah secara langsung. Demikian juga tugas seorang pendeta. Seorang pendeta tidak hanya berada di rumah dan diam saja. Tugas seorang hamba Tuhan bukan hanya di hari minggu saja tetapi di setiap harinya senantiasa menaikan doa dan mendoakan jemaat-jemaat Tuhan yang digembalakannya. Dapat memberikan solusi yang terbaik atas hikmat Allah kepada jemaat-jemaat yang ingin mendapatkan jawaban di dalam setiap pergumulan mereka. Libatkan hamba Tuhan dalam setiap pergumulanmu.

3. Allah juga ikut berperang Ketakutan, kegentaran, lemah hati dan patah semangat sangat mudah menghinggapi seseorang yang sedang menghadapi pergumulan yang berat. Maka tidak heran jika kita sering mendengar banyak kasus seseorang yang memilih mengakiri hidup hanya karena masalah himpitan ekonomi, kesehatan yang tidak kunjung sembuh, ditinggalkan orang yang dikasihi. Jika kita melihat kembali di dalam ayat 1 pasal ini, dijelaskan disitu bahwa Allahmu yang menunutn engkau keluar dari tanah Mesir, menyertai engkau. Dan kita juga sudah membahas masalah kata “menyertai” di atas. Dari pembahasan kata meyertai diatas kita dapat mengetahui bahwa ternyata Allah menemani kita di setiap pergumulan kita. Ia tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Sangat mengenaskan jika ada seseorang yang mengaku sangat dekat dengan Tuhan tetapi mengalami ketakutan yang besar terhadap permasalahan yang di hadapinya. Mengaku mengenal Tuhan tetapi masih gentar dan gemetar jika menghadapi tantangan hidup. Orang yang takut dan gentar, lemah hidup dan gemetar ketika menghadapi pergumulan sesungguhnya mereka belum mengenal Allah dengan baik. Ada sebuah cerita dari Cina yang berjudul Tuan Ye mencintai naga. Pada waktu dahulu ada seorang kaisar yang sangat kagum dan mencintai naga. Naga yang melambangkan kekuatan dan kekuasaan tergambar di setiap rumahnya. Tuan ye ini tidak menghedaki gambar yang lain selain gambar naga. Di tiang rumah ia ukir naga. Di dalam setiap perabotanya termasuk piring sendok gelas dan lain-lainnya selalu tergambar ular naga. Kebiasaannya yang unik ini tersebar sampai ke seluruh ujung cina dan banyak orang datang kerumahnya untuk melihat sendiri dan mendengarkan penjelasannya tentang naga. Tuan Ye berkata dimana-mana bahwa ia sangat mencintai naga dan dari keunikannya itu juga banyaka orang jadi mengenal naga. Suatu ketika kabar cintanya tuan Yes terhadap naga ini terdengan langsung sampai di telinga si naga itu sendiri di langit. Merasa tersanjung dan senang maka tuan naga ini hendak turun dari langit untuk mengujungi tuan Ye dan mengucapkan terimakasih atas penghomatannya. Pada suatu hari, terjadi hujan yang sangat deras dan langitpun menjadi gelap. Tuan Yes lupa menutup jendelannya dan seketika itu juga ia akan pergi menutup jendelanya karena hujan badai semakin besar. Ketika ia akan menutup jendelanya, maka tuan naga memperkenalkan dirinya kepada tuan Ye tetapi ketika tuan Ye melihat sosok naga itu, maka ia lari terbirit-birit hingga terkencing-kencing karena begitu takutnya ia ketika ia melihat sosok naga tersebut. tuan Ye yang mengaku sangat mencintai naga itu ternyata sangat ketakutan luar biasa. Mengaku mencintai tetapi ketika melihat naga ia justru malah lari ketakutan. Kadang diri kita seperti tuan Ye di cerita di atas. Kita sering kali merasa tau dan mengaku bahwa Allah setia menyertai kita di dalam setiap permasalahan, tetapi ketika kita ditimpa sebuah masalah, kita berteriak-teriak seperti orang yang tidak mengenal dan mengetahui penyertaan Tuhan. Sama seperti bangsa Israel yang ketika dikejar oleh bangsa Mesir di laut Teberau, mereka ketakutan luar biasa dan mulai menayalahkan Musa dan Tuhan. Melalui bagian ini,mari kita yang mengaku mengenal Tuhan dan menyadari penyertaannya, tidak mudah takut dan gentar ketika permasalahan berat menimpa kita. Tuhan menyertai kita di dalam setiap peperangan kita. Tuhan turut ambil bagian di setiap pergumulan kita. Allah tidak pernah meniggalkan kita karena Allah ituk berperang disetiap peperangan kita.

4. Allah ingin kita menang. Segala sesuatu yang diperbuat Allah pasti memiliki tujuan. Dengan kata lain Tuhan tidak pernah melakukan sesuatu yang sia-sia. Semuanya ada tujuan akhir. Dan pekerjaan terbesar Allah di dalam dunia ini adalah penebusan orang-orang berdosa melalui darah Anak-Nya merupakan perbuatan Allah yang besar yang bertujuan untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan kekal. Demikian juga tujuan Allah kita mengahadapi perang bukanlah supaya kita kalah melainkan supaya kita menang. Ketika kita sedang menghadapi peperangan kehidupan Allah selalu ingin kita menang. Dari manakah kita tahu jika di setiap peperangan Allah ingin kita menang? Karena Allah TUHAN kita selalu berjalan menyertai di setiap peperangan kehidupan kita (20:4a). dan Ia mau berperang bagi kita. mengapa Ia mau berperang bagi kita? karena Ia memiliki tujuan yaitu memberikan kemenangan kepada kita (4b). kata “berjalan menyertai” di dalam bahasa ibrani adalah hahölëk yang memiliki beberapa arti antara lain: “menyertai” dan “memimpin” sehingga di setiap peperangan kita, jangan kita yang memimpin tetapi ijinkanlah Tuhan yang memimpin setiap peperangan kita. dengan kata lain jika Tuhan mau memimpin dan kita harus mau dipimpin oleh Tuhan. Jika Allah sudah menjadi pemimpin kita, apalagi yang harus kita takutkan? Apa lagiyang kita khawatirkan? Betapa luar biasanya Allah kita. betapa hebatnya Tuhan kita. Ia yang tidak pernah meninggalkan kita sendirian , Ia yang ingin kita selalu menang. Masihkah kita meragukan penyertaan-Nya? Masihkah kita takut kalah? Tidak! Kita tidak pernah ditinggalkannya sendirian. Kita dijanjikan menjadi pemenang dalam menghadapi peperangan kehidupan ini. Yang menjadi permasalahan terbesar bukan ada di dalam Allah tetapi justru di dalam diri kita. maukah kita ambil bagian di setiap peperangan hidup kita? kita harus berani memerangi kemiskinan kita. kita harus berani memerangi kebodohan kita. dan kita harus berani mengalahkan kemalasan kita. perangi kemiskinanmu! Perangi kebodohanmu! Perangi kemalasanmu! Ketika kita mampu mengatasi peperangan tersebut dengan pimpinan Tuhan, maka kemanangan pasti akan kita raih. Amin.