Tahun 2011 telah selesai dan tidak terasa saat ini kita telah memasuki minggu ke 2 di tahun 2012. Di sepangjang tahun 2011 yang lalu,jika kita boleh mengingat, adakah hasil yang telah kita hasilkan? Menjadi orang semacam apakah kita di tahun yang lalu?

Bagaimanakah sikap kita terhadap berbagai persoalan hidup yang kita hadapi saat itu? Sudahkah kita benar-benar berhasil tampil menjadi seorang pemenang di setiap peperangan hidup yang sudah kita lewati? Saudara-saudara pasti pernah mendengar bahkan ikut menyanyikan lagu “kita lebih dari pemenang” dan juga lagu “kitalah umat pemenang”. Tetapi sesungguhnya bagaimana dengan diri kita sendiri? Sudahkan saudara menjadi umat pemenang?bahkan menjadi umat yang lebih dari pemenang?
Untuk dapat tampil eksis di dalam kehidupan ini sebagai seorang pemenang, kita perlu mengetahui hal-hal apa sajakah atau langkah-langkah saja apa yang harus kita ambil untuk dapat tampil menjadi seorang pemenang.


1. Untuk dapat tampil menjadi seorang pemenang kita harus 100% meminta pertolongan hanya kepada Allah (mengandalkan Tuhan).
Raja Daud di dalam Mazmur 108:12 berseru meminta pertolongan kepada Tuhan. “berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia”. Mengapa raja Daud meminta hanya kepada Tuhan?mengapa tidak kepada manusia saja?bukankah pada saat itu raja Daud memiliki relasi yang banyak?bukankah raja Daud dikelilingi banyak sekali pahlawan-pahlawan ternama seperti Yasobam bin Hakhmoni yang sekali ayun tombaknya dapat membunuh 300 musuh dalam peperangan; ada juga Eleazar anak Dodo yang tetap berperang mengalahkan orang filistin ketika banyak orang pasukan Israel mundur. Ia berperang sampai tangannya lesu memegang pedang dan menang. Ada juga Abisai yang termasuk pahlawan yang paling dihormati. Dengan tombaknya pun sekali perang ia dapat membunuh 300 orang. Tidak hanya itu, raja Daud juga dikelilingi banyak sekali orang-orang yang siap mati bagi raja Daud. Bahkan ada diantara mereka yang siap mengorbankan nyawanya menerobos kemah filistin hanya untuk mengambilkan raja Daud air minum (2 sam 23:8-39). Luar biasa!meskipun raja Daud dikelilingi banyak sekali orang-orang gagah perkasa, ia tetap setia mencari pertolongan hanya kepada Tuhan.

Mengapa meminta pertolongan hanya kepada Tuhan dan bukan kepada manusia? Karena penyelamatan yang datang dari manusia adalah sia-sia. Meskipun dapat menang mengatasi permasalahan kita, dapat menyelesaikan masalah kita, tetapi itu semua adalah sia-sia. Kata sia-sia ini di dalam bahasa ibrani menggunakan kata shav yang dapat diterjemahkan juga sebagai kekosongan/kehampaan; kesombongan; kebohongan/dusta.
Bantuan dari orang yang kita andalkan seringkali hanya akan mengundang kekosongan di dalam batin kita. Hati kita menjadi kosong dan hampa tanpa Tuhan karena setiap kali ada permasalahan kita meminta bukan kepada Tuhan dan akibatnya yang ada di dalam hati kita adalah orang yang sering kita jadikan andalan dan bukan Tuhan. Apakah jadinya jika hidup ini tanpa Tuhan? Apa jadinya jika hati kita tidak ada Tuhan? Jelas sekali sukacita menjadi hilang, damai sejahtera semakin menjauh dari hidup kita dan hal yan gsemacam itu lah yang tidak diingini raja Daud terjadi di dalam hidupnya.

Pertolongan dari orang lain dapat juga menimbulkan kesombongan di dalam diri kita. Koq bisa?jawabnya bisa. Ketika kita mendapatkan pertolongan dari orang lain, kita akan menghilangkan peran Tuhan dari dalam hidup kita. Kita mungkin dapat berkata didalam hati kita “tanpa Tuhanpun aku bisa”; atau “toh ternyata aku bisa lepas dari permasalahanku karena aku memiliki relasi yang baik dengan orang-orang di sekitarku”. Bukankah itu merupakan sebuah kesombongan di dalam hati kita? Mungkin juga saudara dapat mengatakan dalam hati saudara yang ditujukan kepada pendeta saudara “lho pak, tidak kegereja pun aku bisa mengatasi permasalahanku” jadi ke gereja kalo ada waktu saja. Berbakti kepada Tuhan kalau hanya ada waktu saja.
Pertolongan dari orang lain disadari atau tidak hanya akan mendatangkan kebohongan dan dusta di dalam hati kita. Orang yang meminta bantuan kepada orang lain biasanya disertai dengan manis di bibir untuk merayu orang tersebut. orang yang jahat pun akan kita puji-puji sebagai orang yang baik. Ketika kita meminta pertolongan orang lain terkadang kita harus merendahkan diri kita dan menjilat orang yang kita andal kan tersebut. bukankah itu adalah suatu kebohongan yang hanya menambah daftar dosa di dalam hidup kita saja?

Aplikasi:
Benarlah apa yang telah dikatakan oleh Raja Daud bahwa meminta pertolongan kepada manusia adalah sia-sia. Karena semuanya hanya menghasilkan kehampaan/kekosongan, kesombongan, dan kebohongan. Setelah mengetahui ini semua, bagaimanakah sikap kita selanjutnya ketika kita menghadapi sebuah permasalahan? Masihkah kita mengandalkan manusia, diri kita sendiri atau kepada Tuhan. Di tahun 2012 ini, tantangan akan terus ada di dalam hidup kita. adakah perubahan di dalam hidup kita dalam mencari pertolongan untuk mengatasi permasalahan kita? jangan lagi kita mengandalkan manusia di dalam hidup kita baik itu orang tua kita, famili kita atau siapa pun yang kita kenal dan dekat dengan kita. tetapi marilah kita dengan setia tetap senantiasa mengadalkan Tuhan di dalam kehidupan kita.

2. Untuk menjadi seorang pemenang, kita harus dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan besar.
Di dunia ini sebagian besar orang dianggap berhasil jika seseorang tersebut telah berhasil melakukan pekerjaan-pekerjaan besar di dalam hidupnya. Untuk mendapatkan sebuah karya yang besar, kita harus memiliki mental seorang pahlawan. Seorang pahlawan adalah seorang yang gagah perkasa yuang sesuai dengan artinya yaitu kuat dan berani. Kuat menghadapi segala rintangan dan berani karena berjalan bersama dengan Tuhan. Oleh sebab itu mazmur 108 ayat 14 mengatakan “dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa”. Selama ini mungkin kita tidak pernah menunjukan kemampuan kita dengan berani, itu mungkin dikarenakan kita terlalu memandang rendah diri kita. Kata gagah perkasa memiliki arti kuat dan bertenaga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sedangkan dalam bahasa ibrani kata gagah perkasa ini menggungakan kata chayil (khah’-yil), yang bisa diterjemahkan sebagai kuat, besar, prajurit. Kuat, besar, bertenaga tidak hanya secara fisik saja, tetapi lebih daripada itu adalah secara jiwani dan rohani. Orang yang memiliki kekuatan fisik besar tanpa disertai jiwa dan rohani yang kuat maka semuanya akan menjadi sia-sia. Tetapi jika seseorang memiliki jiwa dan rohani yang kuat maka akan dapat mengatasi permasalahan yang besar sekalipun. Saudara ingat bagaimana kisah Daud ketika mengalahkan Goliat? Jika dilihat dari pengalaman, Goliat jauh lebih berpengalaman di dalam pertempuran di banding Daud. Dari segi senjata, goliat jauh lebih lengkap senjatanya daripada Daud. Tetapi di medan pertempuran, siapakah yang tampil gagah perkasa?Daud. mengapa Daud dapat mengalahkan Goliat dan melakukan perbuatan yang gagah perkasa?karena Daud melakukannya dengan Allah. Goliat kuat tetapi jiwa dan rohaninya buruk. Daud usia masih muda dan elok parasnya serta kemerah-merahan wajahnya memiliki jiwa dan rohani yang sehat dan kuat. Maka Daud dapat mengalahkan goliat dengan mudah. Ia tidak menjadi takut dan minder karena dirinya yang masih muda dan kurang berpengalaman dalam perang. Ia tidak mengasiani dirinya sendiri dan ia tidak lari dari tantangan dan cemoohan goliat terhadap Israel dan dirinya. Kekuatan dan tenaganya yang besar hanya di dapat di dalam Allah saja. Manusia yang paling kuat sekalipun dan bertenaga sekalipun suatu saat akan mengalami kelemahan dan keletihan, tetapi di dalam Allah akan senantiasa ada kesegaran yang Allah sediakan.

Aplikasi:
Jika kita ingin dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang gagah perkasa, tidak ada lagi cara yang tepat selain berjalan dengan Allah. Hanya dengan Allah saja kita dapat tetap kuat menghadapi setiap tantangan dan permasalahan. Hanya dengan Allah saja kita memiliki keberanian untuk menghadapi mereka semua. Terlebih lagi kita sebagai prajurit Tuhan, sudah semestinya kita mampu terus berjuang sampai pada akhir hidup kita. Tetap tampil menjadi pemenang yang gagah perkasa di dalam kehidupan ini. Jangan terus menerus mengasiani diri sendiri. Bangkitlah! Saudara yang mungkin memiliki kelemahan dan kekurangan di dalam diri saudara, inilah saatnya saudara sadar dan bangkit karena Allah akan menjadikan anda seorang yang gagah perkasa. Seseorang yang mampu melakukan pekerjan-pekerjaan besar. Seseorang yang dapat menghasilkan karya-karya besar. Dan Allah akan menjadikan anda umat pemenang yang lebih dari pemenang.

3. Pada akhirnya semuanya adalah oleh anugerah Allah sajalah. Jika kita mampu tetap berdiri dan menang sebagai manusia yang gagah perkasa didalam mengatasi tantangan kehidupan ini, itu semua adalah berkat kasih anugerah Allah saja, oleh karena itu janganlah sombong! Raja Daud sangat menyadari siapakah dirinya. Ia menyadari jika ia mampu mengalahkan musuh-musuhnya, itu semua karena Allah sendiri yang mengalahkan mereka. Oleh sebab itu Daud menuliskan “sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita”. ia tidak mengatakan “semua karena keahlianku dan pengalamanku”. Tetapi ia mengakui itu semua karena Allah yang telah menginjak-injak musuh. Daud menyadari bahwa musuh-musuh yang dihadapi olehnya menjadi kalah karena Allah yang menjatuhkan mereka. Tidak cukup hanya menjatuhkan saja tetapi Ia juga menginjak-injak mereka. Tidak cukup menginjak-injak saja, tetapi sampai memusnahkan mereka. Luar biasa bukan Allah kita? Allah kita adalah Allah yang akan menjadikan kita sebagai anak-anak Tuhan yang gagah perkasa. Allah kita sendirilah yang akan mengalahkan setiap musuh-musuh kita.

Saat ini kita sudah memasuki minggu ke dua di tahun 2012. Apakah saudara masih memiliki kegentaran untuk menghadapi tantangan yang ada? Apakah saudara masih memiliki keraguan yang besar untuk menjadi pemenang di tahun ini? Jika saudara masih diselimuti permasalhan ini maka saya katakan, bertobatlah! Tahun 2012 adalah tahun kebangkitan kita semua. Tahun kemenangan kita. tahun dimana Allah akan menjadikan kita anak-anak-Nya yang gagah perkasa. Saya berharap di penghujung tahun 2012 ini nanti, saudara dapat memberikan kesaksian yang indah mengenai pertolongan Tuhan dalam diri anda di sepanjang tahun ini. Mari di tahun ini kita maju bersama dengan Tuhan. Segala kekalahan di tahun yang lalu biarlah kita tebus dengan kemenangan di tahun ini. Tetap semangat di dalam Tuhan, tetap mengadalkan Ia sampai Ia menjadikan kita mansusia yang gagah perkasa dan sanggup mengalahkan semua musuh-musuh kehidupan kita. Amin, Tuhan Yesus memberkati. DHW

(8 januari 2012)