(Lukas 18:1-8)

Di jaman sekarang saat ini kosa kata investasi bukan lagi menjadi kosa kata yang asing bagi kita. Kita sering mendengar kata tersebut di ucapkan dan juga sering pula membaca kata tersebut di berbagai media. Lalu apakah pengertian kata investasi ini sesungguhnya? Investasi adalah suatu pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Di dalam teori ekonomi, investasi adalah pembelian barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang. Beberapa contoh macam investasi antara lain, investasi tanah, investasi pendidikan, investasi emas, inventasi saham dll.


Mengapa beberapa orang tertarik dengan investasi? Karena investasi berhubungan dengan harapan dan harapan itu tentunya adalah harapan yang positif. Orang yang berinvestasi di bidang tanah memiliki harapan supaya suatu saat nanti tanah yang ia beli saat ini bisa mengalami kenaikan harga berlipat. Investasi pendidikan memiliki harapan suatu saat nanti pendidikan yang telah ia peroleh dapat berguna bagi masa depannya. Investasi emas memiliki harapan suatu saat nanti emas yang di beli dapat meningkat harganya. Intinya setiap orang yang berinvestasi memiliki harapan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Investasi berhubungan dengan harapan.

Tetapi pada kenyataannya, investasi di dunia ini tidak selalu mendatangkan keuntungan. Adakah seseorang yang berani menjamin sebuah investasi pasti dapat mendatangkan keuntungan? Adalah terlalu berani jika ada seseorang yang berani menjamin bahwa semua investasi di dunia ini pasti mendapatkan untung. Ada seseorang kenalan saya yang berkata kepada saya “jika kamu punya uang, kamu mesti investasikan di bidang tanah, karena investasi yang terbaik di dalam wujud barang ciptaan Tuhan”. Dengan kata lain semua benda yang merupakan ciptaan Tuhan selalu menguntungkan. Ketika saya merenungkan pernyataan kenalan saya tadi, maka saya teringat dengan kasus Lapindo. Pada masa sebelum kasus bencana Lapindo, harga tanah di Sidoarjo khususnya di sekitar Lapindo memang tinggi harganya. Tetapi setelah bencana Lapindo terjadi, orang juga akan berpikir seribu kali untuk menginvestasikan kekayaan dengan beli tanah di sekitar Lapindo. Bahkan mungkin diberipun anda akan menolak. Ketika investasi di saham, bagaimana ketika perusahaan pemilik saham itu bangkrut? Tidak ada jaminan investasi di dunia ini akan selalu mendatangkan untung.

Meskipun di dunia ini tidak ada jaminan keuntungan yang pasti terhadap segala macam investasi di masa depan, tetapi sebagai orang Kristen ada satu investasi yang dapat dilakukan dan selalu mendatangkan harapan yang positif, tidak negatif. Investasi itu bukanlah investasi kekayaan atau berkat. Karena banyak orang Kristen saat ini seringkali menggunakan kekayaannya untuk berinvestasi. Mereka berpikir dengan banyak menabur maka akan banyak menuai. Hal ini tidaklah salah, hal ini menjadi salah ketika kegiatan menabur tersebut dilandasi motivasi yang salah yaitu untuk mendapatkan kembalian berkat berlipat-lipat kali ganda sehingga dengan tidak sadar banyak orang Kristen menjadi orang Kristen yang serakah. Investasi yang dimaksud di dalam kotbah ini adalah investasi doa.

Doa merupakan sebuah investasi yang tidak ada ruginya.

Doa merupakan sebuah investasi yang tidak ada ruginya. Tidak membutuhkan uang atau harta benda karena yang dibutuhkan hanyalah iman. Doa menjadi penting bagi orang Kristen karena doa adalah nafas bagi kita semua. Sama seperti ketika kita membutuhkan oksigen untuk dapat hidup, demikian juga kita membutuhkan doa untuk meraih masa depan yang berhasil. Melalui doa kita memiliki harapan untuk masa depan kita, melalui doa kita menjadi dekat dengan Allah yang menjamin seluruh masa depan kita, rumah tangga kita, study kita, pelayanan kita semuannya ada di dalam jaminan Allah melalui doa-doa kita. Tidak ada satupun investasi yang menarik di dunia ini kecuali investasi doa. Oleh sebab itu Tuhan Yesus memberikan perintah bahkan Ia menegaskan kepada murid-murid-Nya dalam Lukas 18:1 supaya murid-muridnya selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata selalu di dalam ayat ini dapat diterjemahkan juga sebagai di setiap waktu. Dan kata “harus” sendiri di dalam bahasa Yunani menggunakan kata dei (die) yang dapat juga di terjemahkan sebagai “mengharuskan”, “perlu”, “seharusnya”, “kebutuhan”. Dengan terjemahan bebas, Allah mengharuskan dan sudah seharusnya orang Kristen berdoa dan hukumnya adalah wajib. Karena doa merupakan sebuah kebutuhan seorang Kristen. sedangkan di bagian akhir dari ayat satu ini dikatakan “dengan tidak jemu-jemu.” Dalam bahasa Yunani kata “jemu” ini menggunakan kata “engkakeo” yang juga dapat diterje mahkan dengan “menjadi tawar hati.” Ketika saudara sudah mengalami tawar di dalam setiap doa-doamu, saat itulah saudara mengalami kejemuan yang sangat di dalam kehidupan rohani pribadi saudara. Tidak menjadi jemu dan tawar hati merupakan sebuah peringatan yang Tuhan Yesus sampaikan kepada semua Murid-murid-Nya untuk dapat dilakukan dengan baik. Mengapa? menurut saya, Tuhan Yesus mengerti kecenderungan manusia adalah mudah menjadi tawar hati. Menjadi tawar hati ketika apa yang diharapkan tidak menjadi kenyataan, mudah tawar hati ketika menghadapi ujian dll. Oleh sebab itu jauh-jauh hari Tuhan Yesus telah memperingatkan kepada kita untuk tidak menjadi tawar hati ketika berseru dan berdoa kepada Dia. Doa yang lama tidak terjawab seringkali membuat kita menjadi tawar hati. Tetapi apapun yang terjadi di dalam setiap kehidupan kita hendaknya kita tidak menjadi tawar hati kepada Tuhan.

Doa siang dan malam dengan motivasi yang baik

Di dalam perumpamaan-Nya, Tuhan Yesus mengambil sebuah perumpamaan tentang hakim yang lalim dan janda yang tertindas. Tidak ada seculipun niatan Tuhan Yesus menyamakan Allah yang Agung dengan kelakuan hakim yang lalim ini. Tetapi melalui perumpamaan ini Tuhan Yesus ingin meberikan contoh kepada kita betapa seorang hakim yang tidak takut kepada siapapun termasuk kepada Allah pun pada akhirnya mengabulkan permintaan janda tersebut. yang menjadi perhatian disini adalah permintaan janda tersebut. saudara-saudara, di dalam perumpamaan ini diceritakan tentang kehidupan seorang janda yang mengalami penindasan. Ia memiliki banyak lawan. Tetapi yang menarik di dalam perumpamaan ini adalah, permintaan janda tersebut kepada hakim yang lalim itu bukanlah mengenenai tentang balas dendam. Ia tidak meminta kepada hakim yang lalim itu untuk memberikan hukuman yang berat kepada para penindas-penindasanya. Yang diminta janda ini adalah supaya hakim tersebut membela hak-haknya dan mengembalikan apa yang seharusnya menjadi haknya. Permintaan janda ini bukanlah sebuah permintaan untuk memuaskan keinginan nafsu dendamnya terhadap para lawannya. Disinilah yang perlu kita perhatikan, ketika kita memohon sesuatu kepada Tuhan melalui doa-doa kita, apakah tujuan sebebnarnya kita berdoa. Apakah doa-doa kita hanya untuk memuaskan nafsu pribadi kita? apakah hanya untuk memuaskan segala ambisi kita? sepertinya wajar ketika kita berdoa kepada Tuhan supaya memberikan kepada kita kesanggupan untuk memiliki sebuah gereja yang besar, jemaat yang banyak, dan memiklliki berbagai karunia rohani dan itu merupakan doa yang wajar, tetapi akan menjadi tidak wajar jikalau itu semua hanya untuk memuaskan kita supaya banyak orang menghormati kita, memuji kita, mengaggung-agungkan kita. oleh sebab itu ternyata di dalam hal berdoa pun kita juga masih perlu untuk mengoreksi dan memurnikan motivasi doa kita. Jika saat ini Allah belum menjawab doa kita, mungkin kitas sedang salah dalam berdoa, sama seperti yang tertulis di didalam Yakubus 4:3 di mana di katakan kita salah berdoa karena doa yang kita naikan hanya untuk memuaskan nafsu kita saja.

Doa dengan kegigihan.

Kita melihat di bagian akhir perumpamaan ini adalah pada akhirnya janda tersebut mendapatkan keadilan bagi dirinya dari hakim yang lalim itu. Mengapa janda ini berhasil mendapat keadilan dari hakim tersebut meskipun di dapat dengan terpaksa? Karena janda tersebut memperjuankan keadilan bagi dirinya dengan penuh kegigihan. Kemanapun hakim ini berada, baik dirumah, baik di jalan-jalan kota, maupun di lapangan terbuka kota janda tersebut terus berseru tidak ada henti-hentinya kepada hakim tersebut “belalah hakku terhadap lawanku.” Di dalam menaikan doa-doa kita, memanglah kita perlu lakukan siang dan malam. Visi misi yang kita dapat dari Tuhan mengenai masa depan kita perlu kita terus perjuangkan siang dan malam sama seperti yang dilakukan oleh janda ini di dalam memohon keadilan baginya. Dan di dalam ayat ke enam Tuhan Yesus meminta kepada murid-murid-Nya supaya mereka memperhatikan apa yang di ucapkan hakim itu. Dan di sambung di dalam ayat yang ketujuh dimana Allah akan membenarkan orang yang telah dipilih-Nya dan yang berdoa kepada-Nya siang dan malam. Jika hakim yang lalim dan tidak mengenal keadilan itu sanggup memberikan keadilan bagi janda tersebut, apalagi Tuhan Allah Bapa di Sorga yang empunya keadilan, Ia pun tidak akan menutup telinga terhadap doa-doa kita. tidak hanya itu, janji-Nya pun mengatakan bahwa Ia tidak akan mengulur-ulur waktu di dalam menolong mereka, sehingga Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita dan kapan kita akan menerimanya.

Berdoa dengan iman.

Di dalam ayat 8 pada akhirnya Tuhan Yesus mengkaitkan antara doa dengan iman. Doa juga dipakai menjadi saranan pertumbuhan iman kita sekalian. Lalu apakah iman itu sendiri? Ibrani 11:1 mengatakan “iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. sehingga doa dengan iman adalah doa yang penuh harapan. Harapan Tuhan akan membenarkan segala perkara kita. Orang berdoa karena orang tersebut mempunnyai iman. Jika seseorang tidak mempunyai iman, maka sia-sia orang tesebut berdoa. Ketika seseorang berhenti berdoa, maka iman itupun lambat laun juga akan hilang dan inilah yang menjadi sebuah bahaya besar yang akan datang di masa depan. Oleh sebab itu ayat 8 bagian akhir ini menjadi poin penting bagi setiap orang percaya yaitu pertanyaan Tuhan Yesus yang ditujukan kepada murid-murid-Nya dan juga kepada kita, “jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapatkan iman di bumi?” ketika Tuhan datang untuk membenarkan kita, masihkah ia dapati kita setia melayani Dia? Masihkah kita setia kepada iman kita? masihkan ada iman di dalam diri kita?Jangan sampai ketika Allah datang kembali ke dunia Ia mendapati kita telah hilang iman. Oleh sebab itu melalui doa orang-orang percaya Tuhan memelihara iman di antara umat pilihan-Nya. Janji Tuhan kepada murid-muridnya akan segera membenarkan dan membela hak mereka akan digenapi. Ia tidak akan menunda-nunda di dalam memberikan pertolongan dan jawaban di dalam setiap pergumulan doa kita. Ia membenarkan semua umat pilihan-Nya melalui kedatangan-Nya yang kedua.

Saudara-saudara, pesan Firman Tuhan hari ini adalah mari kita menjadikan doa sebagai investasi kita di masa yang akan datang. Apa yang menjadi visi dan misi kita, mari kita wujudkan melalui iman didalam doa. Investasi materi bisa musnah dan tidak ada yang menjanjikan, tetapi investasi doa adalah ya dan amin. Investasi doa tidak akan mendatangkan keburukan tetapi akan mendatangkan kebaikan. Mari kita tambah jam-jam doa kita sebagai investasi kita di masa depan supaya ketika Ia yang akan datang ke dua kalinya masih mendapatkan iman di dalam diri kita dan dan di dapati-Nya kita tetap setia melayani Tuhan. Amin