Wahyu 3:7-13

Tahun 2012 sekarang ini merupakan tahun ke 6 bagi gereja kita hadir di kota Magelang ini. Jika dihitung-hitung, sudah lima kali pula kita berpindah tempat ibadah dari satu tempat ke tempat yang lain. Di dalam perjalanan pelayanan di kota ini, saya sebagai koordinator sekaligus perintis ladang pelayanan di kota ini, ada banyak pergumulan dan pertanyaan mengenai bagaimana dengan masa depan pelayanan GPIAI Efata di kota ini. Bagaimana masa depan pertumbuhan jemaat? Bagaimana dengan tempat ibadah yang permanen? Bagaimana supaya kehadiran gereja kita di kota Magelang ini tetap eksis di masa-masa yang akan datang? Akan tetap adakah pelayanan yang saya rintis ini di 10 tahun yang akan datang?20 tahun yang akan datang? 50 tahun yang akan datang? Bahkan sampai kepada siapakah pelayan Tuhan yang benar-benar memiliki hati untuk melayani Tuhan di kota ini.

Melalui pembacaan firman Tuhan yang terambil dari kitab Wahyu 3:7-29 ini saya ingin mengajak kita semua untuk melihat bagaimana luarbiasanya jemaat Tuhan di kota ini. Mereka yang tidak memiliki kekuatan besar tetapi mampu tetap mempertahankan iman mereka kepada Yesus Kristus. Diantara 7 jemaat Tuhan yang mendapatkan pernyataan Tuhan melalui Rasul Yohanes ini, hanya kota Filadelfia lah yang masih tetap ada dan eksis meskipun nama kota ini sudah berubah. Jemaat di Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, laodikia, bahkan jemaat di kota Efesus yang sangat terlkenal karena disana pernah dilayani pelayan-pelayan Tuhan terpandang seperti teolog terbesar yang menancapkan secara kokh doktrin-doktrin Kristen yaituRasul Paulus, Apolos yang konon pintar berkotbah di atas Paulus ikut melayani disana; Rasul Yohanes pun di masa tuanya pernah tinggal disana, belum lagi pelayan Tuhan yang penuh semangat yaitu Timotius, Akwila, Priskila juga pernah melayani disana; juga di kota itu berdiri STT Tiranus. Tetapi pada masa sekarang ini toh mereka semua telah lenyap dan hanya tersisa satu jemaat yaitu jemaat Filadelfia yang kini telah berganti nama menjadi Alasehir.

Kota Filadelfia adalah sebuah kota yang dikelilingi oleh gunung berapi sehingga di kota ini seringkali terjadi gempa bumi yang hebat dan sering disebut juga tanah berapi. Karena kota ini dikelilingi oleh banyak gunung berapi, maka kota ini memiliki tanah yang subur. Kota ini didirikan oleh Emenes, raja pergamus pada abad 2 SM dan diberi nama adiknya Atalus dan karena ketaatan adiknya itulah maka diberilah nama kota ini “Filadelfos”. Kata filadelfia ini berasal dari kata “Filos” dan Adelfos” yang artinya kasih persaudaraan. Sehingga akhirnya kota ini disebut dengan Filadelfia. Filadelfia saat ini berada di kawasan Asia Kecil atau di sekitar kawasan Turki. Ketika pendudukan islam merajalela dan semua jemaat pergi meninggalkan iman mereka, hanya jemaat Filadelfia yang tetap bertahan di dalam iman mereka.

Di dalam surat yang ditujukan kepada jemaat di Filadelfia ini tidak ditemukaan kata-kata celaan dari Tuhan. Berbeda dengan surat-surat yang ditujukan kepada 6 jemaat yang lain. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa Allah begitu mengasihi jemaat ini dibanding dengan jemaat yang lalin? Hal tersebut dapat terjadi karena:

1. Jemaat Filadelfia merupakan jemaat yang mau bekerja bagi Tuhan.
Jemaat Filadelfia adalah jemaat yang benar-benar takut dan mengasihi Tuhan. Hal ini diwujudkan dengan melihat kemauan mereka untuk mengabarkan Injil di tengah-tengah kesibukan mereka dan ditengah-tengah penganiayaan dari jemaat iblis yang mengaku diri sebagai orang Yahudi dan membenci orang-orang non Yahudi. Melalui perjuangan mereka yang gigih ini Tuhan memuji pekerjaan mereka. Tuhan Yesus berkata kepada mereka “Aku tahu segala pekerjaanmu” (ay.8). didalam setiap apa yang mereka kerjakan, mereka selalu memuliakan Tuhan Yesus, baik sebagai pedagang maupun sebagai budak mereka tetap memuliakan Tuhan disetiap nafas kehidupan mereka. Melalui ini kita dapat tahu bahwa apapun yang kita kerjakan di dunia ini, Tuhan menilai dan memantau dan juga menguji setiap pekerjaan kita (1Kor.3:13). Kita tidak dapat mengklaim diri kita sebagai jemaat yang takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan jika kita tidak pernah terlibat di dalam pelayanan. Kita tidak dapat mengklaim diri kita mengasihi Tuhan jika ketika ada sedikit rintangan untuk datang beribadah ke gereja kita tidak berangkat ibadah. Kita tidak berhak mengatakan diri kita mencintai Tuhan jika pada kenyataannya saudara lebih memilih pekerjaan saudara daripada datang beribadah di rumah-Nya di hari sabat. Mengasihi Tuhan tidak cukup hanya di bibir saja, tatapi juga perlu di praktekan dan diwujudkan. Perlu kita ketahui bersama bahwa segala sesuatu yang sudah kita perbuat untuk Tuhan tidak akan kembali dengan sia-sia. Cinta dan kasih kita yang sudah kita berikan kepada Tuhan tidak akan pernah merugikan hidup kita.

setelah Tuhan tahu betapa hebat pekerjaan yang telah dilakukan oleh jemaat di Filadelfia apakah lantas Tuhan hanya diam saja? Apakah Tuhan hanya meberikan pujian saja? Tidak. Tuhan meberikan sesuatu hal yang luar biasa yaitu terbukanya pintu bagi kita dengan tidak ada seorangpun yang mampu menutupnya. Kata pintu disini di dalam perjanjian baru dapat diartikan sebagai pintu keselamatan dan juga pintu penginjilan. Tetapi jika boleh menambahkan, bagi saya pintu ini juga memiliki arti pintu berkat. Dimana bagi setiap jemaat Tuhan yang mau mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, pintu berkat akan senantiasa terbuka bagi kita. pintu keselamatan jelas sudah Tuhan sediakan. Pintu penginjilan pun Tuhan buka lebar-lebar di kota ini, demikian juga pintu berkat sudah Tuhan sediakan bagi kita yang benar-benar mengasihi Dia.

2. Menuruti Firman Tuhan dan mengakui nama Yesus menjadi kekuatan bagi jemat kecil
Ayat 8b. Tuhan mengetahui dan menyadari bahwa kekuatan / kemampuan yang dimiliki jemaat Filadelfia tidak seberapa. Kata tidak seberapa ini di dalam bahasa aslinya menggunakan kata “mikros” yang memiliki arti kecil/sedikit/muda. Kita melihat meskipun jemaat Filadelfia adalah jemaat yang kecil, yang kemungkinan masih berjumlah sedikit dan mungkin juga merupakan gereja yang masih muda, tetapi jemaat ini merupakan jemaat yang senantiasa menuruti firman Tuhan dan Tidak pernah menyangkal nama Tuhan. Dari sini kita bisa belajar bahwa meskipun kekuatan kita masih kecil, kemampuan kita masih kecil, gereja kita saat ini masih kecil, jumlah jemaat kita masih sedikit, dan usia kita masih jauh lebih muda di bandingkan dengan gereja-gereja terdahulu tetapi baiklah kita tetap mau belajar seperti jemaat Filadelfia yang tetap terus menuruti firman Tuhan dan mengakui nama Tuhan di dalam setiap apa yang kita kerjakan. Mari kita semua berkomitmen untuk mau menuruti firman Tuhan dan mengakui nama Tuhan dihadapan semua orang yang kita jumpai. Menuruti Firman Tuhan dan mengakui namanya menjadi nafas hidup kita sebagai jemaat Tuhan. Ketika kita menuruti Firmannya dan mengakui namaNya, maka Ia pun akan mengakui kita di hadapan Bapa di surga. Hanya dengan menuruti firman-Nya dan mengakui nama-Nya / tidak malu menunjukan iman kita, maka kita sebagai gereja yang masih muda usia, kecil, dan belum banyak jemaat sekarang ini akan mampu menghadapi segala tantangan zaman, tetap kuat, bertahan, dan eksis keberadaan kita hingga Tuhan Yesus datang yang ke dua kali. Maranatha!

3. Orang yang setia kepada Tuhan akan mendapatkan pembelaan dari Tuhan.
Pada masa gereja mula-mula, terdapat pula orang-orang Kristen yang masih melakukan hukum taurat yang sering disebut sebagai Kristen dari golongan Yahudi. Mereka pada masa itu seringkali memandang rendah orang-orang Kristen yang non Yahudi yang tidak bersunat, bahkan untuk masalah ini pun rasul Petrus pernah terseret oleh kemunafikan mereka yang menyebabkan pertentangan muncul diantara rasul Petrus dengan rasul Paulus(Galatia 2:11-14). Mereka percaya kepada ajaran Kristus Mereka percaya kepada ajaran Kristus tetapi masih melakukan aturan hukum taurat. Pengucilan yang semacam ini pula yang dialami oleh jemaat di Filadelfia dimana sebagian besar dari mereka bukanlah orang yahudi. Mereka dikucilkan bahkan mereka dianiaya secara psikis atau mental dengan tuduhan-tuduhan yang menyudutkan mereka dan sikap-sikap yang menyakiti mereka. Mengenai hal ini jemaat Filadelfia tetap bersabar dan bertahan dan apa yang mereka lakukan tidak menjadi sia-sia karena pada akhirnya Tuhan berjanji kepada mereka akan membela mereka. Di dalam ayat 9 Tuhan berjanji akan mencelikan mata orang-orang yang mengaku sebagai jemaat yang paling dikasihi dan dipilih Tuhan dengan membuat mereka mengakui bahwa ternyata justru jemaat Filadelfialah yang dikasihi dan dipilih oleh Tuhan. Ketika kita belum mendapatkan tempat yang permanen untuk gereja kita, mungkin ada beberapa orang yang mengatakan Tuhan tidak beserta dengan kita. mungkin mereka berkata “jika memang benar keberadaanmu di kota ini adalah kehendak Tuhan, maka seharusnya Tuhan berikan kelancaran di dalm pelayanan mu” tetapi saya percaya pada suatu saat nanti akan banyak orang melihat kasih Tuhan yang begitu besar bagi kita jemaat baru di kota ini. Pada awal-awal pelayanan saya di kota Magelang ini pernah ada seorang pendeta dari sebuah gereja yang sudah mapan dikota berkata kepada saya sambil mengangkat kepalanya demikian: “dengan cara apa kamu mau mendapatkan jemaat untuk gerejamu di kota ini? Kalau kamu bisa bertahan di kota ini selama 7 tahun, maka gereja yang kamu dirikan akan tetap ada tetapi jika tidak maka gerejamu juga akan berakhir”. Puji Tuhan, saat ini kita sudah memasuki tahun yang ke enam dan Tuhan masih ijinkan kita ada meskipun kita masih terus berpindah-pindah tempat. Tetap percaya bahwa Tuhan terus pelihara kita.

4. Tuhan melindungi jemaat-Nya yang setia menantikan kedatangan-Nya dari segala pencobaan
Selama kita masih bernafas dan hidup, apa yang dinamakan pencobaan akan tetap ada. Tetapi Tuhan berjanji kepada kita untuk melindungi kita dari segala pencobaan itu, bahkan di pencobaan besar pada akhir jaman. Pencobaan yang ada bukannya menjadi hilang dari hidup kita tetapi Allah melindungi kita sehingga kita mampu melewati dan mengatasi segala pencobaan yang ada. Kita senantiasa berdoa supaya Tuhan menjauhkan dari segala pencobaan, seperti doa yang Tuhan Yesus ajarkan langsung kepada murid-muridnya. Dan Tuhan menjadikan kita mampu mengatasi segala pencobaan yang ada. Jika gereja ini tetap setia menuruti firman Tuhan, setia mengakui nama-Nya, dan setia menantikan kedatangan-Nya, maka Ia yang memiliki kuasa atas segala sesuatu akan melindungi kita dan memampukan kita untuk tetap eksis di tengah-tengah tantangan yang akan ada. Oleh sebab itu saya mengajak kita semua untuk dapat tetap setia kepada Tuhan maka perlindungan Tuhan pun akan tetap ada di hidup kita karena Ia juga setia melindungi kita dari segala pencobaan.

5. Penutup.
Sebagai inti dari firman Tuhan pada hari ini bagi gereja kita adalah:
Jika kita ingin gereja kita ini tetap eksis dan bertahan di kota ini, maka kita harus memiliki:
1. Kasih persaudaraan. Tanpa kasih persaudaraan, mustahil kita mampu bertahan.
2. Jemaat wajib melibatkan diri di dalam pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Terlebih di dalam penginjilan dan penjangkauan jiwa-jiwa baru maka Tuhan akan membuka pintu berkatnya kepada kita semua.
3. Tuhan akan setia membela dan berpihak kepada kita asal kita pun juga setia kepada Tuhan
4. Tetap menuruti firman Tuhan dan setia mengakui nama-Nya merupakan kekuatan bagi kita dalam menghadapi segala macam tantangan.
5. Allah akan memberikan perlindungan-Nya kepada jemaat yang teap setia menantikan Tuhan.

Tetaplah maju hai gereja Tuhan. Tetaplah eksis hai GPIAI efata Magelang. Setialah dan terus layani Tuhan. Maju dan berkembanglah jemaat yang dikasihi Tuhan. Bertambah jiwa dan bertambah besarlah GPIAI Efata Magelang. Amin.

15 januari 2012